Kamis, 05 Januari 2017

Pandangan mengenai peran manajer dalam menentukan keberhasilan organisasi

Pandangan mengenai peran manajer dalam menentukan keberhasilan organisasi:
- Omnipotent View of Management
Ø   Manajer bertanggung jawab/berperan langsung atas sukses/gagalnya suatu organisasi.
- Symbolic View of Management
Ø   Manajer tidak banyak berperan dalam menentukan keberhasilan/kegagalan organisasi (manajer hanyalah “simbol”) karena hasil yang dicapai organisasi dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal/di luar kontrol manajemen. Contoh faktor eksternal: kondisi ekonomi, perubahan pasar, kebijakan pemerintah.
Ø   Peran manajer hanya sebatas membantu organisasi untuk beradaptasi terhadap faktor-faktor eksternal dan berinovasi.

Fakta:
Keputusan manajer dipengaruhi oleh kendala internal berupa kultur organisasi dan kendala eksternal yang berasal dari lingkungan organisasi. Kendati demikian, manajer masih dapat mempengaruhi kinerja organisasi.


KULTUR ORGANISASI
Yaitu sistem persepsi dan keyakinan bersama yang dipegang oleh anggota organisasi, yang selanjutnya mempengaruhi sikap & perilaku anggota organisasi tersebut dalam bekerja.

Ada 7 dimensi yang membentuk kultur organisasi:
1.Perhatian terhadap detil/presisi
2.Berorientasi terhadap hasil
3.People Orientation: Keputusan yang dibuat memperhitungkan dampaknya terhadap anggota organisasi.
4.Team orientation: Pekerjaan lebih banyak dilakukan secara berkelompok.
5.Agresif & kompetitif
6.Stabil: Tindakan dan keputusan yang diambil ditekankan pada upaya untuk mempertahankan status quo.
7.Inovatif dan berani mengambil risiko

Ketujuh dimensi tersebut memiliki tingkat intensitas dari intensitas rendah (low) hingga tinggi (high). Mayoritas organisasi memiliki satu dimensi yang lebih menonjol dari dimensi-dimensi lainnya. Dimensi tersebut kemudian membentuk karakteristik/kepribadian organisasi dan cara anggota organisasi bekerja.

Kultur yang kuat (strong culture):
Merupakan kultur di mana nilai-nilai utama dipegang teguh dan diadopsi oleh mayoritas anggota organisasi.
Penelitian menunjukkan bahwa karyawan pada organisasi yang memiliki kultur yang kuat cenderung memiliki komitmen yang lebih tinggi pada organisasi. Kultur yang kuat terkait dengan performa kerja yang tinggi

Faktor-faktor yang mempengaruhi kuat lemahnya kultur suatu organisasi:
-    besar/kecilnya organisasi
-    lama perusahaan berdiri
-    tingkat perputaran karyawan (employee turnover)
-    tingkat intensitas penanaman kultur organisasi (jelas tidaknya kultur suatu organisasi)

Sumber kultur:
Pendiri perusahaan melalui misi dan visi organisasi.

Karyawan memahami kultur organisasi melalui:
-    Cerita-cerita mengenai kejadian-kejadian di masa lalu atau mengenai tokoh-tokoh dalam organisasi tersebut.
-    Ritual perusahaan: Cerangkaian kegiatan perusahaan yang dilakukan secara rutin/repetitif. Rangkaian kegiatan tersebut mencerminkan dan menekankan apa yang menjadi nilai dan tujuan-tujuan penting bagi organisasi serta anggota organisasi yang dianggap penting.
-    Simbol-simbol fisik/material seperti tata letak perlengkapan di kantor suatu perusahaan dan cara karyawan berpakaian. Simbo-simbol tersebut berperan penting dalam menciptakan kepribadian suatu organisasi.
-    Bahasa, yaitu ungkapan-ungkapan (jargon) unik yang digunakan oleh suatu organisasi. Jargon yang digunakan seseorang menunjukkan keanggotaan orang tersebut dalam suatu kultur tertentu.

Pengaruh kultur terhadap manajer:
Ø   Mempengaruhi perilaku manajer di tempat kerja.
Ø   Mempengaruhi pembuatan keputusan pada semua fungsi manajemen.
   Planning:  Tingkat risiko suatu rencana; Apakah rencana sebaiknya dibuat secara perseorangan atau oleh tim
   Organizing: Tingkat otonomi yang diberikan kepada karyawan; Apakah pekerjaan sebaiknya dikerjakan oleh individu atau tim; Tingkat interaksi antara manajer departemen yang satu dengan departemen yang lain.
   Leading: Tingkat perhatian terhadap kepuasan kerja karyawan; Gaya kepemimpinan yang sesuai; Apakah ketidaksamaan pendapat– kendati konstruktif-harus dihindari.
   Controlling: Bentuk kontrol yang diterapkan (internal atau eksternal); Kriteria yang ditekankan pada evaluasi kinerja karyawan.


LINGKUNGAN EKSTERNAL
Yaitu kekuatan dan institusi di luar organisasi yang dapat mempengaruhi performa organisasi tersebut.

Komponen lingkungan eksternal (2):
1.Lingkungan Khusus (specific environment)
Yaitu unsur-unsur lingkungan yang secara langsung mempengaruhi organisasi dalam mencapai tujuannya. Dapat juga disebut sebagai lingkungan langsung.
Unsur-unsur tersebut antara lain:
Ø      Konsumen: Pihak yang menyerap output yang dihasilkan organisasi.
Ø      Supplier: Pihak yang menyediakan bahan baku, peralatan, sumber daya keuangan dan tenaga kerja.
Ø      Pesaing: Pihak yang menyediakan produk/jasa sejenis.
Ø      Pressure Group: Kelompok dengan interes khusus.

2.Lingkungan Umum (general environment)
Yaitu kondisi-kondisi umum yang secara tidak langsung dapat mempengaruhi organisasi. Juga dapat dinamakan sebagai lingkungan tidak langsung.

Termasuk dalam kondisi-kondisi umum tersebut adalah:
Ø      Kondisi ekonomi: tingkat suku bunga, perubahan tingkat disposable income, tahapan siklus bisnis.
Ø      Kondisi hukum: Mencakup peraturan-peraturan yang ditetapkan oleh pemda tingkat I dan II maupun pemerintah pusat.
Ø      Kondisi politik: Mencakup stabilitas umum suatu negara dimana perusahaan beroperasi dan sikap aparat pemerintah terhadap dunia usaha.
Ø      Kondisi sosial budaya: Mengenai ekspektasi masyarakat di negara tempat perusahaan beroperasi terhadap nilai, tradisi, dan selera. Contoh: perubahan gaya hidup menuju gaya hidup sehat.
Ø      Kondisi demografi: Yaitu tren karakteristik fisik penduduk suatu negara seperti jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, lokasi geografis, pendapatan, komposisi anggota keluarga, dan unsur-unsur lain yang tercakup dalam statistik kependudukan.
Ø      Kondisi teknologi: Merupakan aspek lingkungan umum yang paling cepat perubahannya. Informasi menjadi sumber utama keunggulan kompetitif. Pengaruh terhadap organisasi: Mengubah tatanan struktur dan manajemen organisasi.
Ø      Kondisi dunia global: Meningkatnya jumlah pesaing dan pasar global.

Bentuk pengaruh lingkungan terhadap manajer:
Ø   Adanya tingkat ketidakpastian lingkungan (environmental uncertainty).
Ø   Hubungan antara organisasi dengan berbagai pihak yang berkepentingan terhadap organisasi (stakeholder).

Tingkat ketidakpastian lingkungan ditentukan oleh:
§ Tingkat perubahan (degree of change):
-    lingkungan stabil: jika tidak banyak perubahan yang terjadi
-    lingkungan dinamis: jika perubahan pada lingkungan organisasi sering terjadi.
§ Tingkat kompleksitas (degree of complexity): Yakni jumlah unsur yang menyusun lingkungan suatu organisasi dan banyaknya pengetahuan yang tersedia/dibutuhkan atas unsur-unsur tersebut.

Matriks Ketidakpastian Lingkungan à lihat kolom sebelah.



Ketidakpastian lingkungan:
-    terendah: pada Sel 1
-    tertinggi: pada Sel 4

Implikasi:
Pengaruh paling besar terhadap hasil kinerja organisasi dihasilkan oleh lingkungan dengan karakteristik sel 1 (stabil dan sederhana) dan paling minim pada lingkungan dengan karakteristik sel 4 (dinamik dan kompleks).

Ketidakpastian lingkungan merupakan ancaman terhadap efektivitas organisasi sehingga manajer berupaya untuk meminimalkan ketidakpastian tersebut.

Matriks Ketidakpastian Lingkungan


Tingkat Kompleksitas
Tingkat Perubahan

Stabil
Dinamik
Sederhana
Sel 1
Sel 2
à Lingkungan: Stabil & dapat diperkirakan
à Lingkungan: Dinamik & tak dapat diperkirakan
à Jumlah unsur dalam lingkungan: Sedikit
à Jumlah unsur dalam lingkungan: Sedikit
à Unsur-unsur yang ada memiliki kemiripan dan pada dasarnya akan terus sama
à Unsur-unsur yang ada memiliki kemiripan tapi terus mengalami proses perubahan
à Pemahaman mendalam tentang unsur-unsur lingkungan: Tidak terlalu diperlukan
à Pemahaman mendalam tentang unsur-unsur lingkungan: Tidak terlalu diperlukan
Kompleks
Sel 3
Sel 4
à Lingkungan: Stabil & dapat diperkirakan
à Lingkungan: Dinamik & tak dapat diperkirakan
à Jumlah unsur dalam lingkungan: Banyak
à Jumlah unsur dalam lingkungan: Banyak
à Unsur-unsur yang ada tidak memiliki kemiripan dan akan terus demikian
à Unsur-unsur yang ada tidak memiliki kemiripan dan akan terus berubah
à Pemahaman mendalam tentang unsur-unsur lingkungan: Diperlukan
à Pemahaman mendalam tentang unsur-unsur lingkungan: Diperlukan

Pemegang kepentingan (stakeholder):
Pihak-pihak pada lingkungan eksternal organisasi yang memiliki kepentingan atas keputusan dan tindakan organisasi dan terpengaruh oleh keputusan dan tindakan tersebut, dan yang juga dapat mempengaruhi keputusan dan tindakan organisasi.

Macam pemegang kepentingan:
-    Konsumen
-    Kelompok sosial dan politik
-    Pesaing
-    Asosiasi dagang dan industri
-    Pemerintah
-    Media
-    Pemasok
-    Masyarakat
-    Pemegang saham
-    Serikat (union)
-    Karyawan

Hubungan dengan pemegang kepentingan harus dijaga karena: (1) Hubungan tersebut mempengaruhi kinerja organisasi; dan (2) Organisasi memiliki ketergantungan pada kelompok eksternal guna memasok sumber daya (input) kepada organisasi dan untuk memanfaatkan barang/jasa (output) organisasi.

Cara untuk me-manage hubungan dengan pemegang kepentingan (4):
1.Mengidentifikasi siapa saja yang merupakan pemegang kepentingan organisasi;
2.Menentukan kepentingan apa yang dimiliki kelompok tersebut atas organisasi;
3.Menilai seberapa besar pengaruh masing-masing pemegang kepentingan atas keputusan dan tindakan organisasi;
4.Menentukan langkah khusus yang sebaiknya dilakukan untuk me-manage hubungan dengan pemegang kepentingan.

Langkah yang diambil manajemen ditentukan oleh seberapa penting pemegang kepentingan bagi organisasi dan seberapa tinggi tingkat ketidakpastian lingkungan.

Pendekatan-pendekatan yang dapat diambil:


Derajat Penting Tidaknya

Pemegang Kepentingan

Derajat Ketidakpastian Lingkungan

Sangat Penting
Penting tapi Tidak Kritikal
Ketidakpastian Tinggi
Kemitraan dengan pemegang kepentingan (Stakeholder Partnership)

Boundary spanning

Ketidakpastian Rendah
Manajemen pemegang kepentingan
Memindai (scanning) dan memonitor lingkungan

Memindai dan memonitor lingkungan:
Memindai dan memonitor perubahan tren dan kekuatan yang mungkin terjadi.

Boundary Spanning:
Interaksi aktif dengan beragam pemegang kepentingan eksternal guna mendapatkan dan menyebarkan informasi.
Contoh: Interaksi antara staf marketing perusahaan obat dengan dokter dan praktisi kesehatan.

Manajemen pemegang kepentingan:
Contoh: Riset pemasaran oleh perusahaan

Stakeholder Partnership:
Kerja sama proaktif antara organisasi dengan pemegang kepentingan guna mencapai tujuan bersama.

Contoh: Kemitraan antara Compaq dan IBM untuk melakukan strukturisasi kemampuan penyimpanan data secara bersama-sama.

Struktur Sistem Operasi

Secara umum, Sistem Operasi adalah software pada lapisan pertama yang ditempatkan pada memori komputer pada saat komputer dinyalakan. Sedangkan software-software lainnya dijalankan setelah Sistem Operasi berjalan, dan Sistem Operasi akan melakukan layanan inti umum untuk software-software itu. Layanan inti umum tersebut seperti akses ke disk, manajemen memori, skeduling task, dan antar-muka user. Sehingga masing-masing software tidak perlu lagi melakukan tugas-tugas inti umum tersebut, karena dapat dilayani dan dilakukan oleh Sistem Operasi. Bagian kode yang melakukan tugas-tugas inti dan umum tersebut dinamakan dengan “kernel” suatu Sistem Operasi. Kalau sistem komputer terbagi dalam lapisan-lapisan, maka Sistem Operasi adalah  penghubung antara lapisan hardware dan lapisan software. Lebih jauh daripada itu, Sistem Operasi melakukan semua tugas-tugas penting dalam komputer, dan menjamin aplikasi-aplikasi yang berbeda dapat berjalan secara bersamaan dengan lancar. Sistem Operasi menjamin aplikasi software lainnya dapat menggunakan memori, melakukan input dan output terhadap peralatan lain dan memiliki akses kepada sistem file. Apabila beberapa aplikasi berjalan secara bersamaan, maka Sistem Operasi mengatur skedule yang tepat, sehingga sedapat mungkin semua proses yang berjalan mendapatkan waktu yang cukup untuk menggunakan prosesor (CPU) serta tidak saling mengganggu.
Proses adalah keadaan ketika sebuah program sedang di eksekusi. Sebuah proses membutuhkan beberapa sumber daya untuk menyelesaikan tugasnya. sumber daya tersebut dapat berupa CPU time, memori, berkas-berkas, dan perangkat-perangkat I/O.
Sistem operasi bertanggung jawab atas aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan managemen proses seperti:
a.       Membuat dan menghapus proses pengguna dan sistem proses.
Sistem operasi bertugas mengalokasikan sumber daya yang dibutuhkan oleh sebuah proses dan kemudian mengambil sumber daya itu kembali setelah proses tersebut selesai agar dapat digunakan untuk proses lainnya.
b.      Menunda atau melanjutkan proses.
Sistem operasi akan mengatur proses apa yang harus dijalankan terlebih dahulu berdasarkan berdasarkan prioritas dari proses-proses yang ada. Apa bila terjadi 2 atau lebih proses yang mengantri untuk dijalankan, sistem operasi akan mendahulukan proses yang memiliki prioritas paling besar.
c.       Menyediakan mekanisme untuk proses sinkronisasi.
Sistem operasi akan mengatur jalannya beberapa proses yang dieksekusi bersamaan. Tujuannya adalah menghindarkan terjadinya inkonsistensi data karena pengaksesan data yang sama, juga untuk mengatur urutan jalannya proses agar setiap proses berjalan dengan lancar
d.      Menyediakan mekanisme untuk proses komunikasi.
Sistem operasi menyediakan mekanisme agar beberapa proses dapat saling berinteraksi dan berkomunikasi (contohnya berbagi sumber daya antar proses) satu sama lain tanpa menyebabkan terganggunya proses lainnya.
e.       Menyediakan mekanisme untuk penanganan deadlock.
Deadlock adalah suatu keadaan dimana sistem seperti terhenti karena setiap proses memiliki sumber daya yang tidak bisa dibagi dan menunggu untuk mendapatkan sumber daya yang sedang dimiliki oleh proses lain. Saling menunggu inilah yang disebut deadlock(kebuntuan). Sistem operasi harus bisa mencegah, menghindari, dan mendeteksi adanya deadlock. Jika deadlock terjadi, sistem operasi juga harus dapat memulihkan kondisi sistemnya.
Memori utama atau lebih dikenal sebagai memori adalah sebuah array yang besar dari word atau byte, yang ukurannya mencapai ratusan, ribuan, atau bahkan jutaan. Setiap word atau bytemempunyai alamat tersendiri. Memori Utama berfungsi sebagai tempat penyimpanan yang akses datanya digunakan oleh CPU atau perangkat I/O. Memori utama termasuk tempat penyimpanan data yang sementara (volatile), artinya data dapat hilang begitu sistem dimatikan.
Sistem operasi bertanggung jawab atas aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan managemen memori seperti:
a.       Menjaga track dari memori yang sedang digunakan dan siapa yang menggunakannya.
b.      Memilih  proses-proses  mana  saja  yang  harus  dipanggil (load)  ke  memori  jika tersedia ruang di memori.
c.       Mengalokasikan dan meng-dealokasikan ruang memori sesuai kebutuhan.
Ø  Managemen Secondary-Storage
Data yang disimpan memori utama (primary storage) bersifat  volatile dan terlalu kecil untuk mengakomodase  semua  data  dan  program  secara  permanen,  sistem  komputer  harus menyediakan  penyimpan  sekunder  (secondary  storage)  untuk  back  up  memori  utama. Beberapa sistem komputer modern menggunakan disk untuk media penyimpan on-lin, baik program maupun data.
Contoh dari secondary storage adalah harddisk, disket, dll.
Sistem operasi bertanggung jawab pada aktifitas-aktifitas manajemen penyimpan sekunder sebagai berikut:
a.       Pengaturan ruang bebas (free-space management)
b.      Alokasi penyimpanan.
c.       Penjadwalan disk.

Ø  Managemen Sistem I/O
Sering disebut device manager. Menyediakan "device driver" yang umum sehingga operasi I/O dapat seragam (membuka, membaca, menulis, menutup). Contoh: pengguna menggunakan operasi yang sama untuk membaca berkas pada hard-disk, CD-ROM dan floppy disk.
Komponen Sistem Operasi untuk sistem I/O:
a.       Sistem buffer-caching: menampung sementara data dari/ ke perangkat I/O.
b.      Spooling : melakukan penjadualan pemakaian I/O sistem supaya lebih efisien (antrian dsb.).
c.       Menyediakan driver untuk dapat melakukan operasi "rinci" untuk perangkat keras I/O tertentu.
d.      Manajemen perangkat masukan/keluaran merupakan aspek perancangan sistem
operasi terluas dan kompleks karena sangat beragamnya perangkat dan aplikasinya.
e.       Interface device-driver : open, read, write, close
f.       Drivers untuk spesifik perangkat keras : Menyediakan driver untuk melakukan operasi detail untuk perangkat keras tertentu

Beberapa fungsi manajemen input/ouput (I/O) :
1.   Mengirim perintah ke perangkat I/O agar menyediakan layanan.
2.   Menangani interupsi perangkat I/O.
3.   Menangani kesalahan perangkat I/O.

Berkas adalah kumpulan  informasi  yang  saling  berhubungan  yang  sudah didefinisikan oleh pembuatnya (user). Biasanya, file berupa program (baik dalam bentu source maupun object) dan data. Berkas dapat mempunyai struktur yang bersifat hirarkis (direktori, volume, dll.).
Untuk  mengatur  file,  sistem  operasi  bertanggung  jawab  pada  aktifitas-aktifitas  yang berhubungan dengan manajemen file sebagai berikut:
a.       Pembuatan dan penghapusan berkas.
b.      Pembuatan dan penghapusan direktori.
c.       Mendukung manipulasi berkas dan direktori.
d.      Memetakan berkas ke secondary storage.
e.       Mem-backup berkas ke media penyimpanan yang permanen (non-volatile).
Proteksi mengacu pada mekanisme untuk mengontrol akses yang dilakukan oleh program, prosesor, atau pengguna ke sistem sumber daya. Mekanisme proteksi harus:
a.       Membedakan antara penggunaan yang sah dan yang tidak sah.
b.       Menentukan kontrol yang terganggu (specify the controls to be imposed).
c.        Menetapkan cara pelaksanaan proteksi (provide a means of enforcement)
Sistem terdistribusi adalah kumpulan prosessor yang tidak  menggunakan memori  atau clock  bersama-sama. Setiap  prosessor  mempunyai local memori sendiri. Prosessor-prosessor pada system dihubungkan melalui jaringan komunikasi. Komunikasi dilakukan dengan menggunakan protocol. Sistem  terdistribusi  memungkinkan user  untuk  mengakses  sumber  daya (resource) yang beragam.
Dengan mengakses sumber daya yang dapat digunakan bersama-sama tersebut akan memberikan keuntungan dalam :
a.       kecepatan komputasi (Computation speed-up).
b.      Meningkatkan Meningkatkan ketersediaan data (Increased data availability).
c.       Meningkatkan kehandalan sistem (Enhanced reliability).
Sistem Operasi menunggu instruksi dari pengguna (command driven). Program yang membaca instruksi dan mengartikan control statements umumnya disebut: control-card interpretercommand-line interpreter, dan UNIX shellCommand-Interpreter System sangat bervariasi dari satu sistem operasi ke sistem operasi yang lain dan disesuaikan dengan tujuan dan teknologi I/O devices yang ada. Contohnya: CLIWindowsPen-based (touch), dan lain-lain.
Command interprenter berfungsi membaca instruksi menyediakan beberapa fungsi standar dan fungsi dasar yang dapat dipanggil oleh aplikasi/program maupub piranti lunak lain.
a.       Mengeksekusi  kode program secara langsung
b.      Menterjemahkan kode ke dalam beberapa representasi intermediate yang efisien lalu segera mengeksekusinya.
c.       Juga mengeksekusi kode tersimpan yang di buat oleh kompiler secara eksplisit sebagai bagian dari sistem penerjemah.
Ada yang beranggapan bahwa Command Interpreter adalah sama dengan Shell, tapi disini terdapat perbedaannya. Shell sendiri bagian dari sistem operasi yang menyediakan antarmuka untuk pengguna, sedangkan Command Interpreter lebih ke mengekseskusi perintah-perintah yang di buat oleh user tadi, sehingga dapat di jalankan oleh sistem.
Contoh Command Prompt pada Windows XP (DOS pada Windows 98), XTerm dan Konsole di Mesin Linux (Unix). instruksi yang dituliskan pada command interprenter ialah command line.
Berikut merupakan kata kunci yang digunakan pada shell linux :
[BkSp] : Menghapus karakter ke arah kiri kursor
[Del] :  Menghapus karakter dari posisi kursor ke arah kanan
[Enter/RET] : Eksekusi perintah 
C-d :  Fungsinya sama dengan [Del]
C-e : Memindahkan kursor ke posisi akhir
C-k : Menghapus perintah yang diketikkan mulai dari posisi kursor
C-l : Membersihkan layar
C-u : Menghapus seluruh perintah yang diketikkan
Berikut merupakan kata kunci yang digunakan pada DOS di windows ialah:
cd : untuk pindah ke direktori 
copy: copy file
dir : menampilkan file dan direktory
ren: Mengganti nama file
ATTRIB:  Untuk melihat/mengubah atribut file
CLS : Untuk menghapus layar monitor
MD: Untuk membuat direktori/folder baru
RD : Untuk menghapus folder (folder kosong)
TYPE : Untuk melihat isi file